seiring jalannya waktu.. aku semakin lupa tentang semua masa laluku.. semua tentang Bandung.. semua tentang Sam.. semenjak aku di Jakarta, aku selalu di sibukan dengan buku-buku-buku dan buku.. maklum, aku selalu di andalkan mewakili sekolah untuk berlomba ke sana ke mari..
"puuuuuuuuu.. cupuuuuu.." teriak Rio
"ya?" aku sama sekali tak tertarik dengan teriakan Rio barusan
"koqqq.. cuma bales ya? bales sayang donggggg" seperti biasanya tangan Rio merangkulku layaknya orang pacaran
"yaaa.. sayang.. jangan manggil cupu kali" entah kenapa aku begitu bodoh, dengan mudahnya aku mengikuti semua permainan Rio
"kamu cantik sekali Sha hari ini, pasti ga lupakan bekal hari ini?" sambil mencubiti pipiku
"kamu datang kemari hanya untuk menanyakan bekal ini?"
"gaa dong, kan mau ketemu kamu. aku kangen, oh yahh. aku lapar, mana dong bekalnya?"
"iyah, iyah ini.. mama bungkusin om.."
"ohhh, wahhhhh.. enak sekali.. aku makan di kantin yah sayang, nanti keburu masuk. dah sayang."
"prenggg" jawabku lemah, belum juga aku melanjutkan kata-kataku Rio sudah pergi meninggalkanku. banyak orang bilang kalau aku ini bodoh, bisa mau sama cowok macam Rio, yang katanya hanya ingin memanfaatkan aku saja. memanfaatkan otakku, bekal istirahatku, dan lain-lainnya. tapi, yah sudahlah, selagi dia belum kurang ajar kepadaku. kenapa enggak punya pacar seperti dia??
lagi-lagi hari ini aku pulang dengan membawa setumpuk buku-buku yang harus aku pelajari, rencananya sekolahku akan mengadakan lomba cerdas cermat, nahhhhhhhh.. aku inilah tumbalnya.. aku harus kerja extra supaya aku tidak mengecewakan guru-guru yang sudah baik memberikan bimbingan sepanjang hayatku.. teganya teganya..teganya teganyaaaaaaaaaaaaaa.. andai Rio menemaniku hari ini, boleh di bilang aku mulai termakan dengan gombalan-gombalan maut yang Rio sering ucapkan, tapi aku rasa Rio mengucapkan itu hanya untuk bahan tertawaan anak satu kelas saja..
waktu itu, berjalan cepat sekali.. tepat pada hari ulang tahunku, tidak ada yang mengucapkan selamat padaku di sekolah.. dan saat itu ketika bel usai sekolah berdering, tiba-tiba Rio menghampiriku. dan mengucapkan selamat ulang tahun. dan dari situlah Rio memanggilku dengan sebutan cupu sayang, konyol bukan? tidak ada moment tembak menembak, tidakada bunga, tidak ada coklat atau boneka, hanya dengan ucapan simpel "selamat ulang tahun, sha" tapi ya sudahlah, mungkin memang Rio malu mengutarakan itu semua. aku hanya memaklumi saja.
sempat aku ingin menanyakan, hal ini kepada Rio. cuma aku belum siap kalau-kalau Rio hanya mengerjaiku saja. dan mungkin aku juga malu kalau-kalau dia benar-benar menyukaiku. ya sudahlah, mungkin nanti semua akan terkuak seiring jalannya waktu..lebih baik, aku fokus dengan buku-buku di depanku..
lama aku memandangi materi-materi yang ada di buku-buku itu, dan aku kembali teringat tentang isu murid baru yang tadi pagi menggemparkan satu sekolahku, siapa yah kira-kira cowok itu? kenapa jadi pusat perhatian banyak orang seperti tadi? berbeda, seperti waktu aku datang dulu.. hmmmmmmmmm..ya sudahlah, repot-repot amat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar